Video di atas berasal dari video aslinya dan kami tidak melakukan re-upload video aslinya di platform manapun. Kami hanya meng-embed videonya saja sehingga jika memutar video diatas akan berpengaruh kepada view dari video aslinya.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
- Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah, selalu kita memuji Tuhan kita yang maha kuat, maha perkasa, maha adil yang telah menciptakan semua yang di langit, semua yang di bumi dan semua yang di kedalaman lautan, terjangkau dan terlihat oleh mata manusia atau tidak, karena kata kuncinya 'La Ilaha Illallah La ma'buda bihaqqin Illallah' Tidak ada tuhan yang paling berhak disembah di langit dan di bumi kecuali Allah. Zat yang maha kuat dan maha perkasa ini telah menggantungkan segala kebutuhan kita untuk roda kehidupan di muka bumi dari makanan, minuman, pakaian dan apa saja dengan memuji namanya 'Alhamdulillah'. Makanya sangat wajar kalau kita selalu mengucapkan kalimat yang mulia ini.
Selanjutnya kita panjatkan salam hormat kita kepada manusia terbaik, manusia yang telah disempurnakan jalur nasabnya, ilmunya, fisiknya oleh sang pencipta (Allah) dan juga ditutup dengan diutusnya beliau seluruh risalah Nabi-Nabi dan Rasul. Dan juga sang pencipta (Allah) bersama dengan malaikatnya mengucapkan salam hormat bersama dengan malaikat tentunya kepada manusia yang terbaik ini, maka sangat wajar sebagai orang yang beriman mengejar sebuah nilai ibadah yang telah ditetapkan oleh sang pencipta dengan mengucapkan shalawat dan taslim kepada nabi besar Muhammad Shalalluhu 'Ala Alihi Washahbihi Wasallam.
Pertama-tama tentunya, karena ini pertemuan perdana kita di dalam materi Shirah Nabawiyah dan ini sesuai dengan permintaan teman-teman dari DKM Masjid terutama saudara dan sahabat dekat saya Ustadz Mukhlis 'Jazakallah Khair' yang meminta untuk kajian shirah yang rutin di Balikpapan sebulan sekali dan semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala tentunya meng-ikhlaskan niat kita dan menjadikan ini sebagai tambahan amal kita.
Yang kedua, saya memberikan dukungan secara pribadi kepada semua ikhwan dan akhwat yang hadir karena memang majelis ilmu adalah landasan agama kita. Jangan pernah lewatkan satu hari ikhwan dan akhwat sekalian tanpa ada ilmu. Ilmu ini yang saya maksudkan adalah ilmu agama. Dia akan mendatangkan keimanan dan kalau keimanan sudah tertanam dalam hati seorang mukmin maka dipastikan segala sesuatunya berubah dari buruk menjadi baik, dari pelit menjadi dermawan, dari penakut menjadi pemberani, dari bodoh menjadi pintar, berubah semuanya. Dan kalau keimanan sudah ada maka seluruh perintah sang pencipta (Allah yang maha kuat dan perkasa) akan dikerjakan dan semua larangannya pasti akan dijauhi. Tentu balasan maksimal adalah kita akan masuk ke surga yang kekal dengan izin sang pencipta (Allah) tentunya. Oleh karena itu teman-teman sekalian, saya akan mengucapkan seperti yang baginda Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam ucapkan kepada seluruh sahabat yang datang untuk menuntut ilmu "Marhaban bi Dzalabati 'Ilm" selamat datang kepada penuntut ilmu
Majelis ini teman-teman dihadiri oleh para malaikat, disaksikan oleh para malaikat yang mencatat ini menjadi amal kita. Didalam sebuah riwayat yang shahih disebutkan "Siapa yang keluar dari rumahnya baik dia akan mengajar atau akan belajar ilmu maka dicatatkan baginya pahala haji lengkap sampai dia pulang". Didalam riwayat yang shahih yang lain dikatakan "Siapa yang keluar dari rumahnya menuntut ilmu belajar atau mengajar maka dia di jalan Allah sama dengan jihad di jalan Allah sampai dia kembali". Riwayat shahih yang lain mengatakan kata Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam "Sesungguhnya malaikat merebahkan atau melebarkan sayapnya menaungi para penuntut ilmu" dan banyak sekali riwayat kalau kita ingin sebutkan tentang manfaat majelis ilmu. Tidak akan ada kejenuhan dalam majelis ilmu, yang ada adalah ilmu pengetahuan bertambah, kokohnya dan kuatnya keimanan seseorang, betambah baiknya keadaan dia pada saat dia bubar maka harus dimaksimalin teman-teman sekalian terlebih lagi sekarang kalau tidak bisa hadir di majelis ilmu atau kebetulan da'i atau ustadz tidak hadir maka ada media sosial yang sangat mudah dijangkau. Di tangan setiap orang kita sekarang bisa nonton apa saja ceramah tentunya yang saya masukan dan ceramahi benar berlandaskan Al Qur'an dan Sunnah dari HP kita yang setiap saat kita pakai atau kita bawa ke tempat tidur, dibawa ke kamar mandi, dibawa kemana-mana maka alat ini telah Allah mudahkan buat kita dan akan ada pertanggungjawabannya pada hari kiamat untuk kebaikan jangan sampai disalahgunakan kepada hal-hal yang tidak dibenarkan karena juga semua akan ada pertanggungjawabannya.
Selanjutnya teman-teman sekalian, sebelum kita masuk ke tema yang ketiga yang saya ingin sampaikan setelah ucapan saya terimakasih dan dukungan kepada para panitia dan juga kepada teman-teman yang hadir pada majelis ilmu. Maka metode yang saya gunakan saya tidak punya rujukan khusus dalam buku Shirah dalam arti kata banyak rujukannya, banyak buku yang saya anggap buku-buku itu adalah rujukan yang bisa dijadikan sebagai pegangan dan banyak juga yang saya gabungkan dari selain buku shirah seperti buku-buku hadits, buku-buku tafsir kemudian buku tentang tsaqafah islamiyah, tentang wawasan keislaman, perkembangan yang terbaru dari negara-negara Islam, kemudian juga metode yang saya gunakan di setiap paragraf atau setiap poin nya yang kita lewatkan. Bila memang ada pelajaran yang bisa kita ambil maka saya akan menyampaikan.
Makanya sekitar 38 episode sebenarnya di dalam ceramah Shirah Nabawiyah yang sudah diupload di youtube itu sudah bertahun-tahun dan belum selesai. Sampai sekarang kita baru menyelesaikan Shulhul Hudaibiyah dan masih ada setelahnya perang Khaibar, masih ada setelahnya Fathul Mekkah, ada perang Hunain dan sampai meninggalnya baginda Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam. Itu mungkin masih beberapa episode, kemungkinan besar 50-60 episode baru bisa selesai di setiap pertemuan minimal 2 jam dalam penyampaian. Maka ini metode yang saya gunakan. Jadi teman-teman sekalian jangan heran pada saat di satu pertemuan tidak selamanya harus langsung selesai (clear) karena kalau kita mau ringkas menyampaikan tentang lahirnya Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam sampai meninggalnya bisa selesai dalam satu kali pertemuan pun tapi hanya garis besar. Cuma salah kalau orang menggunakan metode seperti ini dalam shirah, karena apa? karena shirah itu artinya sejarah hidup. Shirah itu artinya perjalanan, bisa berarti Shirah itu adalah perjalanan hidup, bisa berarti perjalanan malam hari kalau diubah menjadi Isra' sebagaimana kita tahu kasus Isra' atau kejadian Isra' dan Mi'raj. Isra' adalah berjalan di malam hari. Jadi Ash-shirah adalah sejarah dan tidak mungkin sejarah diselesaikan yang dilalui oleh baginda Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam selama 63 tahun diselesaikan dalam 2 jam. Sesuatu yang tidak masuk di akal, mestinya 63 tahun ya 63 tahun juga kita selesaikan karena perhari selalu ada kejadian pengalaman-pengalaman hidup dan semua kehidupan baginda Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam pelajari dan pengalaman karena beliau utusan Allah.
Maka teman-teman sekalian, mempelajari shirah hal yang luar biasa memang. Kalau saya pribadi, saya pribadi menganggap ini adalah sebuah pondasi dasar dalam menuntut ilmu. Setelah mempelajari Al-Qur'an maka akan datang Ash-Shirah Nabawiyah kalau saya bahasa kan buah itu misalnya jambu atau apel maka buah yang di dalamnya Al-Qur'an dan Sunnah. Kulitnya adalah Ash-Shirah artinya melengket satu sama yang lain sulit untuk dipisahkan gitu. Kita akan mulai teman-teman sekalian dalam pelajaran kita shirah nabawiyah ini dengan menyebutkan manfaat mempelajari shirah.
Yang pertama Ma'rifatunnabi Shalallahu 'Ala Alihi Washahbihi Wasallam, dengan belajar shirah kita akan tahu tentang pribadi Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam. Bukan hanya sekedar selama ini kita baca buku kemudian kita mengetahui 'Oh, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda begini hukumnya ini begini', bukan cuma sekedar itu tapi kita akan lihat nanti bagaimana dari beliau masih bayi, anak-anak, kemudian remaja, kemudian masuk ke masa pernikahan, ini semua fase sebelum kenabian, belum jadi Nabi. Kemudian sampai akhirnya ada keturunan, anaknya meninggal, suka duka dalam perdagangan, menghadapi masyarakat, safar, kemudian baru kita masuk ke masalah penobatan kenabian dan prosesi setelah itu dalam 23 tahun sisa umur beliau. Setelah berumur 40 tahun dinobatkan menjadi Nabi, 13 tahun fase Mekkah semuanya dengan cobaan, sedikitnya orang yang beriman yang beriman gitu kan, yang beriman dengan 13 tahun berdakwah di Mekkah itu hanya 153 orang dari sekian ribu orang (13 tahun Nabi berdakwah). Bagaimana suka dukanya sehingga para da'i bisa mengambil pelajaran, kita juga bisa mengambil pelajaran berkaitan Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam - ... - manusia biasa, beliau makan, beliau minum, beliau tidur, beliau senang, beliau sedih menghadapi suka-duka kehidupan dan itu semua manfaatnya adalah agar kita menjadikan beliau sebagai suri tauladan. Tinggal mudah ciplak hidupnya baginda Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam maka selamat semuanya; cara makannya, tidurnya, berpakaian, bergaul rumah tangga, berekonomi, berpolitik segala macam hal kita akan bahas panjang lebar dalam masalah Ash-Shirah Nabawiyah ini.
Kemudian juga fase 10 tahun di Madinah, akhir hidup beliau Shalallahu 'Alaihi Wasallam dimana fase itu penyempurnaan kehidupan, penyempurnaan kehidupan. Sebagaimana sering saya bahasakan kepada teman-teman kita di zaman sekarang, banyak diantara ikhwan dan akhwat semangat kali ingin supaya ada negara yang berbasis Islam tapi mereka mengkhayal di satu sisi kalau akan ada seorang presiden Doctor dari Madinah misalnya atau seorang yang hafal Qur'an atau mungkin ulama (semua mentrinya ulama) maka tidak akan ada pelanggaran agama di negara kita. Ini keliru sekali, tahu kenapa keliru teman-teman sekalian? karena ada orang yang merupakan pimpinan kita dan utusan Allah telah diberikan, dijadikan pelajaran oleh sang pencipta 10 tahun kehidupan beliau di Madinah. Hidup di Madinah ada 4 golongan manusia yang hidup di zaman Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam. Yang pertama adalah orang-orang kafir, kita tahu di Madinah ada tiga suku Yahudi (Qainuqa', Nadhir dan Quraizhah) 3 suku ini yang sekarang banyak diantaranya yang banyak menyebar diseluruh dunia termasuk di Israel ini. Tiga suku ini, Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam berinteraksi dengan mereka. Ada transaksi jual-beli, ada juga transaksi utang piutang Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam dengan beberapa pendeta, ada dakwah Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam mengajak mereka masuk Islam, setelah masuk islamnya salah satunya diantara mereka namai Abdullah bin Sallam, ada nanti akan kita jelaskan semuanya itu.
Kemudian kisah bagaimana pada saat kiprah beberapa orang Yahudi masuk Islam akhirnya terbunuh mati syahid di perang Uhud yang banyak orang tidak mengetahui gitu kan. Kemudian juga bagaimana Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam akhirnya mengusir mereka dari Madinah karena penghianatan mereka. Maksudnya apa? walaupun pemerintah kita semuanya ulama dari Presiden, Wakil Presiden, Menteri segala macam tetap ada interaksi dengan orang kafir teman-teman sekalian. Ada orang kafir yang dikenal dengan kafir Dzimmi dan ada yang kafir Harbi, nanti akan saya jelaskan itu di poin setelahnya nanti (di poin mempelajari Shirah) dan bagaimana Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam bermuamalah dengan mereka. Intinya ada orang kafir di Madinah dan Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam interaksi sama mereka. Jangan lupa kisah anak budak Yahudi yang sakit keras lalu Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam menjenguknya untuk mengucapkan syahadat dan anak itu syahadat. Artinya sampai boleh menziarahi, mendatangi rumah seorang kafir untuk mengajak mereka masuk Islam (ada interaksi).
Yang kedua ada kaum Munafiqin, ada orang-orang munafik di madinah dan pimpinannya siapa namanya? Abdullah bin Abi Salul. Abdullah namanya, namanya bagus gak? hah? Mana suaranya orang Balikpapan?
-Bagus....
Abdullah, tapi pimpinan orang Munafik, dipastikan kekal di neraka meninggal dalam kemunafikannya. Jangan heran di zaman kita sekarang ada orang namanya Muhammad, namanya Ahmad, namanya Yusuf tampil di televisi, tampil di media membenci Islam. Kenapa harus heran? di zaman Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam ada orang munafik ga? namanya siapa? Abdullah. Ambil pelajaran, ini dari Shirah diambil nih. Pelajaran dan pengalaman hidup artinya walaupun pimpinan kita semuanya ulama akan ada orang munafik di tengah-tengah mereka karena kita tidak lebih baik dari Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam. Ini penting sekali, karena orang banyak mengkhayal (seakan-akan) kalau sudah berdiri negara Islam tidak akan ada masalah sampai sekarang mereka menyoroti Saudi 'katanya Saudi menerapkan hukum Islam, Kok masih ada orang begini, kok masih ada begini'. Loh, jangankan kerajaan Saudi Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam saja di zaman beliau ada.
Yang ketiga adanya ahli maksiat, ada enggak di Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam orang yang zina dirajam? ada nggak pencuri dipotong tangannya? ada, nanti kita pelajari semua. Ada di antara mereka yang melanggar hukum Allah, ada yang berdusta dicambuk 80 dera - ... - tuduhan terhadap 'Aisyah dan Safwan Radhiyallahu Anhum Ajma'in tentang mereka berzina pada saat pulang dari perang bani Musthaliq yang nanti akan kita jelaskan masalah itu 'Insya Allah'. Kemudian ada sahabat-sahabat yang berzina dirajam (dicambuk), ada yang mencuri seperti kasus Fatimah salah satu dari suku terkenal Makhzum yang terkenal di Mekkah orangnya terkenal sekali dengan kedudukannya dan rupanya kebiasaan mencuri, tradisinya. Dia masuk Islam dan tradisi orang-orang Arab Quraisy kalau ada seseorang mencuri tidak dipotong tangannya kalau dia kedudukannya tinggi, punya jabatan. Subhanallah ini kayak turun-temurun dikalangan ahli maksiat. Kalau punya jabatan ga dihukum gitu ya, lalu para sahabat karena baru masuk Islam mereka berkata "Ya Rasulullah" mereka cari dulu siapa nih diantara mereka kira-kira sahabat yang bisa meloby nabi ini, supaya orang ini engga dihukum. Musyawarah satu sama yang lain ketemu dengan Usamah bin Zaid Radhiyallahu Anhu Ajma'in, dia dengan ayahnya dikenal Hibbin Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam (kekasih Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam). Zaid bin Haritsah dulu adalah mantan budak Nabi yang dibebasin, Usamah anaknya. Usamah bin Zaid ini dijadikan oleh Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam panglima perang di umur 17 tahun karena keperkasaan juangnya, imannya. Lalu Usamah disuruh masuk me-lobby Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam "Ya Rasulullah ada seseorang yang terkenal dari Mekkah, wanita, punya jabatan kena hukum mencuri, kira-kira boleh nggak tidak dipotong tangannya?". Apa yang terjadi? Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam tidak jawab naik ke atas mimbar suruh kumpulin semua sahabat, begitu kumpul kata Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam setelah tahmid dan shalawat untuk diri beliau Shalallahu 'Alaihi Wasallam, beliau mengatakan "Telah sampai kepada saya ada seseorang diantara kalian karena punya jabatan yang tinggi atau punya kedudukan di sukunya mencuri, enggak mau diterapin hukum Allah. Ketahuilah demi jiwa Muhammad yang dalam genggamannya (maksudnya demi Allah) kalau seandainya Fatimah binti Muhammad jangankan Fatimah yang itu, Fatimah anak saya (Anaknya Nabi anaknya raja muslimin) pada saat itu mencuri saya akan potong tangannya, nggak ada toleransi dalam Islam". Dipotong tangannya akhirnya. Ada sahabat yang berzina, ada sahabat yang mencuri, ada sahabat yang dusta ada di antara mereka artinya ada Ushatul Mukminin (ada ahli maksiat).
Maka teman-teman sekalian pahami pemerintah Islam bagaimanapun kuatnya akan ada di tengah-tengah mereka ahli maksiat. Kita tidak lebih baik dari Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam tetapi berita gembiranya ada golongan ke-4 ada orang-orang beriman dan ini yang mendominasi sehingga tinggal 3 kelompok yang pertama tidak bisa keluar dari koridor dari hukum Allah. Yang maksiat dihukum, yang munafik diketahui lalu Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam sebutkan ciri-cirinya nanti akan kita pelajari di akhir sekalian sebelum meninggalnya Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam ada pembongkaran kedok para munafiqin. Si fulan munafik, si fulan munafik, si fulan munafik karena cirinya banyak (jelas). Orang-orang Islam tapi mereka kufur, kemudian juga akan ada orang-orang kafir yang akan interaksi. Ulama sepakat mengatakan orang kafir tetap ada di muka bumi sampai menjelang hari kiamat. Nggak bisa lepas karena kata Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam "Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada orang-orang yang buruk atau kufur saja, orang beriman semua akan meninggal dengan tiupan angin yang menerpa tubuh mereka" sampai kata Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam "Kalau seseorang diantara kalian sembunyi di dalam gunung maka angin itu akan masuk dan merenggut nyawanya. Sehingga tidak tertinggal kecuali orang kafir dan buruk di muka bumi melalui kiamat terjadi pada mereka", Hadits jelas. Bagaimanapun antum mendakwahi orang kafir, Alhamdulillah ada yang masuk Islam misalnya tapi tetap akan ada mereka dan fase mereka berhenti hanya di fase waktu Isa 'Alaihissalam turun membunuh dajjal. Pada saat itu, maka kata Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam "Semua jalan-jalan kecil pun di muka bumi akan dimasuki Islam, baik dengan kemuliaan (dia sengaja masuk Islam karena dia tahu kebenaran) atau penghinaan (artinya dia harus masuk Islam secara paksa atau dibunuh)" sehingga tidak ada lagi orang yang tidak muslim di zaman Isa 'Alaihissalam. Tapi setelah Isa 'Alaihissalam meninggal dunia, setelah matinya Ya'juj Ma'juj (dikatakan sudah hari kiamat) maka manusia akan kembali kufur lagi dan mereka kembali menyembah berhala. Iblis akan menyuruh mereka menyembah berhala dan pada merekalah terjadi hari kiamat itu. Kita lihat teman-teman sekalian bagaimana kita memahami Shirah ini dan mengetahui kehidupan Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam penting sekali, luar biasa gitu.
Pelajaran yang kedua, selain mengenal Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam tentu kita nanti juga masuk kedalamnya adalah mengenal fisik, kulit, warna kulit, postur tubuh, rambut ya, akhlak Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam, semua kita akan kenal. Bagaimana beliau berumah tangga, bagaimana menyelesaikan masalah-masalah rumah tangganya. Ada masalah beliau pecahkan dengan kebijaksanaan, dengan kedewasaan, bagaimana menghadapi tetangga yang selalu mengganggu, bagaimana menghadapi dakwah yang sedang menghadapi rintangan, bagaimana menghadapi pasukan musuh yang akan menyerang Madinah, bagaimana dan bagaimana. Kita akan ambil semua pelajaran dari pengenalan baginda Nabi Shalallahu 'Ala Alihi Washahbihi Wasallam
Yang kedua Ma'rifatus Shahabah Ridhanallahi 'Alaihim, kita mengenal dengan belajar Shirah, siapa itu sahabat? manusia-manusia pilihan Allah yang telah menemani baginda Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam, yang telah menemani utusan yang terbaiknya, penutup para Nabi dan Rasul. Ini bukan manusia biasa teman-teman. Bayangkan kalau kita hidup di zaman fase Mekkah dulu (engga ada lampu, engga ada media sosial kayak sekarang, nggak ada AC (panas)), antum sekarang Masya Allah belajar Shirah di AC, di Masjid Istiqamah yang besar seperti ini (lampu ada terang, ada kamera merekam, bisa didengar kembali). Zaman dulu rumah dari tanah liat, Mekkah dulu itu desa terpencil, nggak ada orang di dunia yang mau lihat Mekkah ini kecuali orang-orang beriman yang datang Haji, itupun jumlahnya masih sedikit. Dulu negara Persia dan juga negara Romawi tidak pernah terpikir menyerang jazirah Arab karena bagi mereka ini padang pasir, ngga ada apa-apa, enggak pernah mereka rebut. Padahal jazirah Arab itu posisinya di tengah-tengah dunia. Kenapa mereka tidak berpikir menyerang? karena padang pasir gersang, enggak ada apa-apa. Hasilnya maksimal yang paling banyak kurma, mereka ngga pikir serang itu. Coba antum bayangkan kalau antum hidup di fase itu di perkampungan terpencil di muka bumi. Ada orang buta huruf nggak bisa baca, nggak bisa nulis ngaku Nabi dan harus beriman. Kira-kira jadi Abu Bakar atau jadi Abu Jahal, hah?. Sekarang gampang antum beriman, Qur'an sudah lengkap, Masjid banyak, para da'i-da'i mubaligh sudah banyak menyampaikan tentang hukum-hukum Islam. Tinggal ambil, belajar, amalin, mati masuk surga. Mudah sekali. Zaman dulu teman-teman turun 1 ayat, turun 2 ayat dan ini kewajiban mematuhi loh dan membela hidup mati, engga gampang pada saat fase Mekkah itu, luar biasa itu. Nanti kita lihat teman-teman perjuangan para sahabat bagaimana dalam Shirah ini, bagaimana mereka di zaman itu tidak ada media bisa percaya, bisa percaya, bisa yakin, bisa mengamalkan. Wajar itu, Muhajirin dan Anshar Allah janjikan dan jamin buat mereka surga, demi Allah pantas untuk mereka, pantas. Perjuangan yang meninggalkan keluarganya, berkorban dengan hartanya, berkorban dengan darahnya. Kisah-kisah yang kadang-kadang Subhanallah, saya kalau pelajari ini dari sahabat ngga sadar menetes air mata di depan laptop saya itu, luar biasa kisah mereka ini, dimana kita ini gitu. Kita selalu sibuk dengan pasar, dengan dagangan, dengan istri, dengan anak, dengan ini, lupa ngga ada perjuangan buat agama gitu. Ini sahabat luar biasa, pengorbanan yang luar biasa. Wajar Allah mengatakan "Radhiyallahu Anhum wa Radhu'an" Allah sudah ridha dengan mereka.
Tahu ridha teman-teman? ridha itu kalau orang diberikan sesuatu yang membuat dia sangat puas, baru dikatakan ridha. Kalau misal kita memberikan seseorang sesuatu (misal ada fakir miskin minta) kemudian kita kasih uang, misal dia butuh 3 juta rupiah kemudian kita kasih 10 ribu rupiah, ya sudah dia terima kasih, dia pergi. Apa dia sudah ridha? dia ridha teman-teman kalau dia minta 3 juta antum kasih 5 juta. Dia akan doa in antum, dia akan berterimakasih. Nah itu namanya ridha tuh. Kalimat ridha digunakan disitu, Allah mengatakan "Radhiyallahu Anhum" pake 'anhum jamak'. Allah ridha kepada semua mereka (sahabat itu). Yang ridha siapa? pencipta langit dan bumi, "wa Radhu'an" tidak cukup disitu dan Allah bilang "Dan mereka dipastikan memang ridha dengan Allah" karena mereka siap mengorbankan apa saja untuk Allah dan Rasulnya Alaihis Shalatu Wassalam.
Kita akan belajar teman-teman, ada kisah sahabat yang kiprah nya sangat luar biasa, kisah heroik dalam masalah perjuangan jihad, dalam masalah shadaqah, dalam masalah berbakti dengan orang tua, dalam masalah memperjuangkan menjalankan sunnah Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam, agamanya Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam yang dibawakan, banyak sekali bisa kita ambil. Nah ini bisa kita ambil dari shirah, pentingnya luar biasa gitu.
Yang ketiga Ma'rifatu Sababun Nuzul Qur'an, Sababun Nuzul Qur'an. Mengetahui dari Shirah tentang sebab turunnya Al Qur'an. Dari sekian 6000 sekian ayat Al Qur'an saudaraku seiman, ada di antaranya ayat-ayat yang punya Sababun Nuzul atau sebab turunnya ayat. Kalau ada Sababun Nuzul Ayat maka kita semestinya membaca ayat dengan Sababun Nuzul nya karena sebab turun ini akan membuat kita memahami tentang apa yang sedang Allah inginkan di ayat itu dan semua Sababun Nuzul diambil dari materi Shirah. Nanti kita akan lihat dari Shirah ini 'Oh ternyata ayat sekian turun karena kejadian ini, di surah ini', juga kita jadi tahu teman-teman kenapa "Iqra' bismirabbikalladzi khalaq" turun pertama kali di ayat, berada di juz 30. Kenapa bukan di pertama? Kenapa Al Fatihah yang pertama?. Banyak-banyak ayat Al Qur'an yang turun di Mekkah itu berada di juz 30, rata-rata di juz terakhir padahal awal-awal turun. Ternyata memang Sababun Nuzul berpengaruh disini sebab turunnya ada, terjadi sesuai dengan kasus dan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Pemurah memerintahkan Nabi nya Muhammad Shalallahu 'Ala Alihi Washahbihi Wasallam meletakkan ayat-ayat itu pada tempatnya. Seperti misal, letakkan ini disini, letakkan ini di ayat di surah nomor ini di surah ini di ayat sekian. Sehingga tersusun lah 30 juz seperti kita sekarang. Semua diambil dari Shirah ya, karena per kasus. Nanti kita lihat 'Oh ternyata turun surah nomor 74, surah nomor 75 di tahun sekian, di waktu ini, oh di kejadian ini'. Tentu tidak semua ayat Al Qur'an punya Asbabun Nuzul, tapi kalau ada itu akan memberikan kita kejelasan tentang kenapa ayat itu dipelajari atau kenapa ini tuh turun. Nah, nanti kita akan paham hukumnya.
Yang keempat dari mempelajari Shirah, Ma'rifatu Sababul Wurud Hadits. Jadi mengetahui tentang sebab disebutkannya hadits, sebab disebutkannya hadits. Kalau ayat tadi ada Sababun Nuzul, kalau ini Sababul Wurud. Jadi sama dengan ayat tadi, Hadits-hadits Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam ada yang memiliki Sababul Wurud, sebabnya Nabi sebutkan, ada juga yang tidak. Tentu memahami Sababul Wurud penting sekali, karena dengan mengenal atau mengetahui sebab apa yang Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam sedang luruskan disitu. Contoh misal, pernah Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam dalam Hadits Bukhari-Muslim jalan di sebuah pasar kemudian menemukan ada seseorang berdagang jual gandum ditumpuk seperti gunung gitu, warnanya kuning cerah, bagus sekali. Orang banyak tertarik membeli gandum dari toko itu. Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam (Nabi utusan Allah) ada wahyu yang menyampaikan, kemudian masuk ke dalam toko orang itu. Begitu masuk ke dalam toko, Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam mengecek di bagian dalam gundukan. Jadi orang kalau lihat dari luar 'Oh, gundukannya bagus' dia seakan-akan menyendok dari gundukan itu. Padahal sebenarnya di bagian dalam itu buruk sekali. Gandumnya kualitasnya lain dan dibasahi supaya bobot berat timbangannya bertambah. Maka apa yang terjadi? Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam mengambil yang buruk itu lalu mengangkatnya sambil mengatakan "Man ghasyana falaisa minna" siapa yang menipu kami bukan dari golongan kami. Coba kalau antum baca sepintas hadits ini tanpa tahu Sababul Wurud nya, maksudnya global sekali. Ternyata Nabi Shalallahu 'Alaihi Wasallam mengkhususkan kaum muslimin, siapa yang menipu kami bukan dari golongan kami. Ini bukan berarti orang kafir boleh ditipu ya, enggak. Karena hukum yang berlaku pada kaum muslimin ada yang berlaku pada orang kafir seperti enggak boleh ghibah, enggak boleh menipu, enggak boleh memukul kecuali ada penyebab syar'i. Ada penyebab syar'i yang memboleh kita menghukum dia. Itupun yang memberi hukum biasanya pemerintah atau mungkin tiba-tiba dia menyerang kita secara pribadi dan seterusnya, ada hukum syar'i sendiri.
Mohon maaf jikalau ada yang tidak sesuai dengan perkataan aslinya dan kalau ingin mengunduh cc ini, silahkan klik disini.

Posting Komentar
Posting Komentar